LibreOffice Pengganti OpenOffice??

Baru saja ane gak sengaja buka situs softpedia dan muncul berita bahwa LibreOffice akan menggantikan OpenOffice untuk ubuntu 11.04. Hmm, penasaran dengan aplikasi ini, akhirnya ane nemu beberapa pencerahan di situs detikInet. Berikut ane kasih beritanya, cek this Out!!

Jakarta – Salah satu berita besar dalam dunia open source tahun 2010 ini adalah berpisahnya developer OpenOffice.org dari bos besar mereka, Oracle, dan membentuk kelompok sendiri dengan nama The Document Foundation (TDF).

libreoffice logo

Ketika mengumumkan eksistensi dirinya ke publik, TDF telah didukung oleh berbagai pihak seperti Google, Canonical, Free Software Foundation, Open Source Initiative, Novell, Red Hat dan masih banyak lagi.

Dengan pemisahan diri dari Oracle, TDF membuat office suite sendiri dengan nama LibreOffice. Awalnya TDF berencana menggunakan nama OpenOffice.org jika diizinkan. Sayangnya Oracle menolak ajakan bergabung dalam TDF dan termasuk menolak memberikan nama OpenOffice untuk digunakan.

Banyak distro Linux yang siap mengganti OpenOffice dengan LibreOffice dalam paket instalasi standar. Salah satunya adalah distro sejuta umat, Ubuntu, sebagaimana disampaikan oleh Mark Shuttleworth.

Kehadiran LibreOffice yang dibawa TDF memang berada di momen yang tepat. LibreOffice hadir di saat dunia open source sedang marah menghadapi Oracle yang memperlakukan Java dengan ‘semena-mena.’ Pertanyaannya adalah apakah LibreOffice memang layak dipertimbangkan kehadirannya?

Menurut salah seorang developer, Italo Vignoli, LibreOffice ke depan akan dikembangkan dengan memperhatikan beberapa poin utama.

  1. Source code rewrite setiap modul dalam LibreOffice mengingat source code berasal dari StarOffice yang merupakan source code lama.
  2. Mengurangi ketergantungan LibreOffice pada Java.
  3. Improvisasi layout fidelity pada Writer dan slideshow fidelity pada Impress. Dan yang terakhir adalah
  4. Konversi format dari office suite lain yang lebih baik.

Di sisi lain kekhawatiran akan hadirnya Mono, proyek yang didanai Novell, ke dalam LibreOffice juga cukup besar. Hal ini terlihat dari hadirnya Michael Meeks dalam TDF yang seorang karyawan Novell dan salah seorang developer dalam Go-OO–office suite karya sekelompok developer yang merasa tidak sabar dengan progres OpenOffice.org di bawah kendali Sun Microsystems.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, nampaknya LibreOffice memiliki alur yang jelas dibanding OpenOffice.org ke depan. Saat ini versi Release Candidate 1 LibreOffice dapat diunduh secara gratis untuk Windows, Linux maupun Mac OS X.
Salah satu nilai lebih dalam LibreOffice adalah ia tidak memiliki hubungan dengan Oracle. Banyak fans open source yang akhirnya menjadikan Oracle sebagai musuh bersama karena ulahnya belakangan ini terhadap proyek-proyek open source milik Sun Microsystems yang telah dibelinya.

Hmm, seperti apa ya kira-kira LibreOffice itu? Kita tunggu aja sepak terjangnya di dunia office :)

Sumbernya dari sini

Artikel lain :

1. Iseng-iseng bikin novel sendiri.

2. Cerita tentang pengamen yang mengamen

3. Install Google earth di ubuntu 10.04
4. Full Circle Magazine, majalah penting untuk pemakai Ubuntu

2 Responses to “LibreOffice Pengganti OpenOffice??”

  1. LibreOffice Pengganti OpenOffice?? » Khatulistiwa…

    Ini adalah pecahan dari openoffice yang menjadi libreoffice, tetap open source, kaya fitur, legal, dan tetap handal…

  2. […] kali ini ane mo sharing cara instalasi LibreOffice di Kubuntu 10.04. Hmm, gak harus pake Kubuntu sih. Ini juga berlaku buat Linux turunan Debian tapi berhubung ane pake Kubuntu, jadi ya testing-nya di sana. Untuk yang belom tahu apa itu LibreOffice, bisa lihat artikel ane di blog ini tentang LibreOffice. […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *