Memaksimalkan Manajemen Memori Pada Linux

Seringkali kita mengeluhkan bahwa komputer kita lemot saat membuka aplikasi apalagi bekerja dengan multitasking sekaligus. Tapi kali ini ane akan membahas sedikit tentang manajemen memori pada Linux khususnya ubuntu dan bagaimana cara memaksimalkan penggunaan memori fisik (RAM) dengan memori virtual (SWAP).

 

SWAP adalah suatu area pada harddisk yang merupakan bagian dari Virtual Memory. Disebut sebagai suatu area pada harddisk karena kita mengalokasikan/membuat partisi khusus pada harddisk pada saat penginstalan Linux. Swap menangani halaman memory yang tidak aktif untuk sementara waktu.

Swap akan digunakan ketika system telah membutuhkan memory fisik (RAM) untuk menangani proses aktif tetapi memory fisik (RAM) yang tidak terpakai (free) tidak mencukupi. Jika system membutuhkan lebih banyak sumber daya memori atau ruang maka halaman yang tidak aktif pada memory fisik (RAM) akan dipindahkan ke swap agar dapat memberi ruang pada memory fisik (RAM) untuk menangani proses lainnya. Dikarenakan disk (swap berada pada harddisk) lebih lambat daripada RAM, waktu respon untuk system dan aplikasi menjadi lambat jika seandainya terjadi perpindahan yang terlalu besar dari memori fisik.

Terdapat parameter swappiness untuk mengontrol kecenderungan kernel untuk memindahkan proses dari memory ke swap.
Nilainya antara 0 -100, ketika swappiness=0 maka itu akan memberitahu kernel untuk menghindari prosses swapping (ram ke swap) selama mungkin, saat swappiness=100 maka itu akan memberitahu kernel untuk melakukan proses swapping secara agresif.

Nah, dari teori di atas langsung kita praktekkan ke ubuntu. Ubuntu memiliki nilai swappiness default sebesar 60, untuk lebih jelasnya langsung aja buka terminal dan ketikkan perintah berikut untuk melihat nilai swappiness:

Untuk mengubah nilai swappiness=10 untuk sementara waktu jalankan perintah dibawah, tetapi hanya bersifat sementara (setelah reboot akan kembali normal):

Atau jika ingin mendapatkan setingan secara permanen:

tambahkan kode berikut di bagian akhir kode:

Setelah selesai, save file dan lakukan reboot. :)

Gimana ada beda performa gak? Harusnya sih ada hehehe… CMIIW

sumber di sini

 

3 Responses to “Memaksimalkan Manajemen Memori Pada Linux”

  1. […] ane masih bisa untuk menjalankan compiz dengan lancar kok, walau agak sedikit tersendat dengan minimnya memori […]

  2. Memaksimalkan Manajemen Memori Pada Linux ยป Khatulistiwa…

    memaksimalkan penggunaan memori pada linux, baik itu swap ataupun fisik…

  3. […] ini ada di artikel saya tentang memaksimalkan menajemen memory pada Linux. Dan sesuai ide yang ada di artikel tersebut kita akan membuat nilai swap menjadi 10 (default […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *