Haruskah bangga jika Indonesia sebagai pengguna Facebook terbanyak?

Barusan jalan-jalan ke portal berita di Okezone eh ada berita yang cukup menggelitik saya (Penggunaan kata ganti “ane” dihapuskan sejak postingan ini 😀 ). Judulnya aja “Indonesia Penguna Facebook Terbanyak Kok Bangga.” Padahal beberapa waktu lalu presiden klaim Indonesia pengguna Facebook terbanyak kedua di dunia. Pak SBY juga menyebutkan bahwa ini menandakan masyarakat Indonesia lebih produktif dan sadar teknologi cerdas.

 

Ini berita terkait penguna Facebook terbanyak kok bangga:

JAKARTA – Jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membanggakan statistik yang menyebut Indonesia sebagai pengguna Facebook terbanyak kedua di dunia, tidak demikian dengan anggota KRT-BRTI Nonot Harsono.

Sebaliknya, Nonot justru mempertanyakan apakah statistik ini benar-benar menggambarkan kemajuan masyarakat Indonesia di bidang teknologi.

“Jika Indonesia dikatakan sebagai pengguna Facebook terbanyak di dunia, ini sebenarnya indikator kemakmuran atau justru indikator pengangguran?” ungkapnya pada seminar seminar ‘Broadband Sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan’ di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (12/5/2011).

“Jangan-jangan masyarakat Indonesia memiliki terlalu banyak waktu luang sehingga bisa tercatat sebagai pengguna Facebook terbanyak dunia,” selorohnya yang mengundang gelak tawa peserta seminar.

Nonot berharap pemerintah bisa lebih mengedukasi masyarakat dalam pemanfaatan perangkat ICT dan akses broadband untuk kegiatan yang produktif seperti pelaksanaan e-commerce maupun pemberdayaan masyarakat dengan memberikan pengetahuan seputar telematika demi meminimalisasi kesenjangan digital antara masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.

“Perlu dipertanyakan mengapa ranking pengguna Facebook dibawa ke dalam pidato resmi. Apakah hal itu sudah relevan dengan pemanfaatan broadband yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia?” pungkas Nonot.
(van)

Sumber : http://techno.okezone.com/read/2011/05/12/55/456419/indonesia-pengguna-facebook-terbanyak-kok-bangga

Jadi siapa ini yang benar? Haruskah kita bangga atau haruskah kita berbenah diri?  :nerd

Saya sih open mind saja. Jadi coba kita lihat dari beberapa sisi. Yang namanya teknologi itu jelas seperti pedang bermata dua. Kalo dipake untuk hal yang baik sih hasilnya akan lebih produktif dan membawa manfaat seperti menjalin relasi, bisnis online, atau berbagi informasi penting kepada rekan. Tapi bisa juga sebaliknya, Facebook digunakan sebagai sarana caci maki terhadap sesuatu, pornografi dan pelecehan seksual, hingga potensi penculikan anak dan penipuan materiil.

Facebook ini cocok dengan budaya masyarakat Indonesia yang suka berinteraksi antara satu dengan lainnya. Tanpa sadar melalui media sosial ini, masyarakat perlahan mengenal teknologi internet. Lalu setelah mengenal teknologi internet, pengetahuan tentang smartphone, laptop, komputer, dan gadget-gadget lainnya berjalan seiringan. Ini saya lihat sebagai salah satu bentuk sadar teknologi cerdas seperti kata pak SBY tadi. Haruskah kita bangga? Eits, tunggu dulu.

Facebook itu mudah diakses dan layanannya tersedia 24 jam nonstop. Asal ada koneksi internet, Facebook bisa digunakan di mana saja, oleh siapa saja dan kapan saja. Gak heran kalau Indonesia sebagai pengguna terbesar mulai terbiasa dengan saling “berbagi” di dunia maya dan bahkan seolah-olah menjadi candu tersendiri. Mereka kadangkala tidak mengenal waktu kapan saat menggunakan Facebook. Saya sudah terbiasa melihat mahasiswa bermain Facebook saat dosen menerangkan, dan bahkan saya sendiri pernah melakukan itu :ngacir: (Efek addict 😀 ).

Kasus-kasus yang menimpa pengguna Facebook menandakan bahwa Facebook masih disalahgunakan. Saya sedikit prihatin dengan remaja-remaja yang dalam update status bahasanya tidak terkendali, tidak perduli pria atau wanita, bahkan kemarin saya sempat melihat remaja wanita yang masih SMA menyebut orang lain dengan kata-kata pelacur, belum lagi upload foto-foto yang kadang kurang beretika.

Poinnya adalah penggunaan teknologi ini tidak dibarengi dengan pendidikan etika berteknologi. Walaupun hanya dunia maya (internet) pergaulan di sana juga perlu diberi etika, karena mau tidak mau itu adalah salah satu cerminan kepribadian kita. Pemberian peraturan mengikat dalam penggunaan teknologi memang bisa megurangi penyalahgunaan itu tapi masih rawan pelanggaran karena sifat manusia yang selalu ingin tahu. Etika berteknlogi ini bisa dilakukan di lingkungan keluarga (orang tua) dan lembaga pendidikan (guru/dosen) agar pengguna teknologi tidak salah arah dalam menggunakan teknologi.

Jadi haruskah bangga atau tidak? kalau dilihat dari jumlah pengguna sih saya bangga, tapi dari segi pemanfaatan saya rasa masih perlu banyak pembenahan.

Ya segitu dulu opininya, mungkin masih banyak yang salah-salah kata. Mohon koreksinya dan semoga bermanfaat :thumbup

2 Responses to “Haruskah bangga jika Indonesia sebagai pengguna Facebook terbanyak?”

  1. faktanya … kalo kita lihat di facebook … postingannya hampir 80 persen ngga ada gunanya …. bahkan sama sekali ngga menarik direspon …

  2. @dedi

    Ya itu memang tergantung kita menyikapinya, ambil baiknya, jangan tiru jeleknya. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *