[PART 2] Jujur Ane Iri Sama Kalian yang Masih Konsisten untuk Meraih Obsesi

Tulisan sebelumnya ada di PART 1 yang ada di blog ini juga.

Kalo dulu saya cerita tentang obsesi saya, kali ini saya mau sedikit bercerita tentang teman-teman saya yang menurut saya masih konsisten dalam mengejar obsesinya bahkan sudah memasuki tahap dimana mereka sudah meraih obsesi itu.

DIKA

Dia teman saya sejak balita, teman bermain di masa kecil hingga dia pernah nangis karena saya gigit tangannya, tapi dalam sistem pendidikan dia dengan pedenya menjadi kakak kelas saya 😀 waktu SMP dan SMA. Dia terobsesi dengan gitaris bernama Dewa Budjana, sama seperti saya namun dengan kadar berlebih pada Dika. Dika memiliki skill yang mumpuni sehingga memudahkannya mengulik lagu-lagu Dewa Budjana sedangkan saya? no hope 😀

Saya tahu dika obsesi untuk jadi gitaris profesional. Setelah lulus SMA dia melanjutkan kuliah di kampus yang gak begitu jauh dari kota kelahiran, tapi lama-lama gak ada kabarnya. Denger-denger dia ke Jakarta buat maen band. Lalu, suatu saat saya kembali ketemu dengannya pada saat kumpul-kumpul dengan teman-teman. Dia bercerita bahwa persaingan untuk jadi gitaris di Ibukota itu susah, sempat menjadi bahan olokan, dan banyak lagi. Tapi ternyata dia gak nyerah gitu aja, buktinya dia bisa bikin band dan tampil di acara INBOX SCTV (saya lupa nama band nya). Belum lagi dia udah punya gitar Parker dambaannya biar kayak Dewa Budjana katanya hahaha.

Yaah, selamat deh buat Bro Dika. Setidaknya saya bisa berbangga hati pernah satu panggung dengan gitaris seperti Anda pada perpisahan SMA dulu.

SONI

Ini adik kelas saya waktu SMA, saya dulu gak kenal-kenal amat tapi akhirnya jadi teman gila setelah saya, Soni, dan teman-teman saya menjelajah ke air terjun dengan berjalan kaki sejauh hampir 10 Km. Menurut saya dia itu cowok yang baik walau punya derajat kelebayan yang di atas rata-rata 😀

Waktu saya kuliah, seorang teman memberi tahu saya jika Soni ini lolos seleksi INDONESIAN IDOL hingga Jakarta. Hwaa, saya bener-bener gak nyangka dia bisa seperti itu. Akhirnya dia memulai karirnya di dunia Entertainment. Setelah gagal di audisi INDONESIAN IDOL di Jakarta, dia merintis dunia model, casting iklan, bahkan sinetron. Saya awalnya sih bisa tertawa aja, seperti gak percaya gitu kalo ada temen yang pengen jadi artis. Lalu suatu saat dia SMS kalau bakal tampil di Sinetron _____ (lupa juga hehe). Waw, dari situ ane mulai percaya kalo dia gak maen-maen di dunia entertainment. Setelah lihat Facebook nya, ternyata dia banyak foto sama artis.

Bener-bener salut dah sama tu anak. Sekarang dia wira wiri di dunia sinetron, walaupun masih figuran, saya anggap itu sebagai batu loncatannya untuk menjadi entertainer yang berkualitas. Kalo saya sih emang gak bakat buat jadi entertainer, secara di depan kamera saja masih terlihat mengenaskan, apalagi jadi model atau artis hahaha.

Yaa, setidaknya saya bangga dengan Soni. Semoga aja di lain waktu masih ada kesempatan buat gila-gilaan sama anak itu, jalan kaki puluhan kilo ke atas gunung, hutan, dan tempat-tempat aneh lainnya. Toh dia masih tetep jadi anak gunung hehehe . . .

AMAK

Saya beberapa kali sekelas dengannya di bangku SMP dan SMA, dan dia juga pernah menjadi vokalis band kita. Walaupun punya jiwa melankolis dan suara yang bagus, dia ingin sekali menjadi seorang polisi. Emang sih cocok jadi polisi, badannya tegap, suara lantang kalo pas jadi pemimpin upacara, pernah jadi Paskib Kabupaten, dan wajah mendukung. Tapi sebenarnya di kehidupan sehari-harinya dia kalem dan romantis hehehe 😀

Pas lulus sekolah, dia ngelanjutin ke sekolah kepolisian. Rincinya sih gak begitu tahu ya gimana prosesnya, cuma tahu-tahu dia udah jadi anggota Brimob di Polda Surabaya. Hwaa, lagi-lagi saya salut ada temen sukses seperti itu. Ya, udah cita-citanya sih masuk akademi dan jadi seperti itu. Istilahnya dia sudah menemukan jalan yang dia inginkan selama ini.

Lagi-lagi saya menaruh hormat sama dia. Sekali lagi saya bangga pernah ngeband bareng sama Anda.

Sebenernya masih banyak sih teman-teman yang berjuang meraih impiannya di sana, saya juga termasuk kok. Tapi mungkin tidak begitu konsisten seperti pada orang-orang yang saya sebutkan di atas. Ya, sampai sekarang juga saya belum bisa mewujudkan diri untuk menjadi gitaris atau setidaknya musisi profesional, atau menjadi penulis karena selalu merasa karya yang saya hasilkan tidaklah mengandung sesuatu yang berguna.

Di bilang sadar sih iya, toh kesempatan itu sebenarnya terbuka lebar kalo mau usaha. Tapi saya malah melihatnya dengan sebelah mata. Bukannya menciptakan kesempatan, saya malah melakukan hal-hal lain yang kurang berhubungan dengan obsesi itu. Berhubung kuliah di jurusan Informatika, setidaknya saya masih memiliki obsesi untuk bisa menjadi engineer yang bisa memajukan IT di Indonesia, gak usah jauh-jauh deh, IT di tempat kelahiran dulu dibenerin.

Jika Anda menginginkan sesuatu yang belum pernah anda miliki, Anda harus bersedia melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan. If you want something you’ve never had, you must be willing to do something you’ve never done. ~ Thomas Jefferson

Yup, mulai sekarang yang dibutuhkan hanya merekonstruksi tujuan, menjalankan rencana, dan berdoa agar apa yang kita kerjakan bermanfaat.

Apakah saya masih iri dengan kalian?

Tidak, sukses kalian adalah support bagi saya untuk bisa menjadi pribadi yang tidak gampang menyerah.

Terima kasih.

:thumbup :thumbup :thumbup

 

2 Responses to “[PART 2] Jujur Ane Iri Sama Kalian yang Masih Konsisten untuk Meraih Obsesi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *