Pemuda itu yang menjadi penemu WordPress

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Blogger maupun web developer tentu tidak akan asing dengan CMS WordPress. Bagi saya CMS ini memang cocok untuk menjadi aplikasi web untuk blog. Tapi selain itu, WordPress juga dapat dikembangkan lagi untuk menjadi aplikasi web yang lebih kompleks seperti e-commerce dan bahkan menjadi framework. Dan dibalik CMS yang handal ini, ternyata pengembangnya adalah seorang pemuda yang belum berumur 20 tahun.

Pemuda itu bernama Matt Mullenweg

 

Matt Wullenweg

Pengembang wordpress


Matthew Charles Mullenweg atau dikenal dengan Matt Mullenweg lahir pada 11 Januari 1984 (baru berulang tahun ke-25), di Houston,Texas – Amerika Serikat. Di masa SMA, Matt belajar Seni Visual dan Pertunjukan di sekolahnya serta ia mahir di musik saxophone. Meskipun studinya bukan dibidang teknologi komputer dan programming, namun Mat berhasil mendirikan serta mengembangkan software yang kini sangat terkenal yakni WordPress.com, Akismet, dan bisnis Automattic-nya.

Awal Matt dan WordPress

Sejarah WordPress bermula saat Matt berusia 18 tahun (tahun 2002). Ketika itu, Matt baru mulai menggunakan fasilitas blog yakni blog b2cafelog. Ia menggunakan blog b2 (bbpress.org) untuk mempublikasi foto-fotonya selama perjalanan ke Washington D.C.

Namun, beberapa bulan kemudian, blog bbpress tempat Matt mempublikasi fotonya berhenti dalam mengembangkan software-nya. Karena kondisi seperti itu, muncullah pemikiran kreatif dari Matt. Pada Januari 2003, Matt Mullenweg mengumumkan melalui blog-nya bahwa diaakan mengembangkan blog b2 sehingga sesuai dengan standar web saat itu. Dengan inisiatif sendiri, Matt bersama Mike Little mulai memgembangkan coding WordPress berbasis b2. Kemudian, Mike dan Matt bersama Michel Valdrighi (mantan pengembang b2), mulai aktif mengembangkan WordPress hingga lahirlah WordPress yang Anda kenal saat ini. Pada 27 Mei 2003, WordPress versi 0.70 dirilis. Versi 0.7 ini masih mengandung struktur file yang sama dengan pendahulunya, b2cafelog. Di usia 19 tahun (Maret 2003), Matt bersama rekannya mendirikan GMPG dengan format yang lebih kompleks dari HTML. Setahun kemudian, WordPress meluncurkan fasilitas Ping-O-Matic yang berguna untuk mengirim ping notifikasi kepada search engine blog seperti Technorati. Dan saat ini, Ping-O-Matic telah melayani lebih 1 juta ping tiap harinya.

Matt Mullenweg, Mahasiswa DO (Drop Out)

Pada tahun 2004, nasib buruk menimpa Matt dalam bidang pendidikan formal. Ia drop-out alias DO dan pindah dari Houston ke San Fransisco (California) untuk bekerja pada CNET selama setahun. Pekerjaannya di CNET selama setahun merupakan masa-masa terakhir Matt bekerja di perusahaan. Karena pada usia 21 tahun, Matt telah ‘pensiun muda’ dari perusahaan CNET dan ia menghabiskan waktunya berkarya untuk WordPress. Tidak lama dari masa pensiunnya, ia pun berhasil meluncurkan aplikasi Akismet yang berfungsi memblokir komentar dan trackback yang teridentifikasi sebagai spam. Di tahun yang sama, Matthew memutuskan WordPress terbuka bagi kalangan umum di seluruh dunia pada November 2005. Di tahun yang sama, Matt meluncurkan Automattic yang menjadi perusahaan bisnis yang mendukung WordPress dan Akismet.

Pemuda 22 tahun Rekrut Eksekutif Yahoo

Jiwa entrepreneur dan kematangan Matt dalam mengembangkan WordPress dan Akismet telah menghantarkan usahanya masuk ke bisnis profesional. Pada tahun 2006 (22 tahun), pemuda Matt mampu merekrut mantan CEO Oddpost dan Senior Manager Yahoo!, Tony Schneider sebagai CEO Automattic. Beberapa bulan setelah Tony Schneider berada di Automattic, Akismet (anak perusahaan) yang baru berusia kurang 2 tahun berhasil meraup USD 1.1 juta pada April 2006.

Kesuksesan Matthew Mullenweg

Daya pikir inovatif serta pantang menyerah pada diri seorang Matthew telah membawa dirinya sebagai jutawan muda. Di usia 25 tahun, Matthew Mullenweg telah berhasil menjadi miliader muda dengan kekayaan tidak kurang USD 40 juta (Rp 400 miliar). Ia pun dinobatkan sebagai 16 dari “50 Orang Terpenting di Dunia Internet” oleh PC World pada tahun 20 07. Dari daftar 50 orang tersebut, hanya Matt yang merupakan orang termuda (23 tahun). Dengan fasilitas yang unik, cepat dan menarik, WordPress berhasil ‘memikat’ jutaan pengguna. Dengan tambahan ribuan blogger serta ratusan ribu posting terbaru tiap harinya, WordPress berhasil masuk ke dalam 30 situs teraktif di dunia. Setelah mendapat layanan Gravatar pada tahun 2007, beredar isu bahwa usaha yang didirikan Matt, Automattic, ditawari hingga USD 200 juta, namun Matt menolak menjualnya.

matt mullenweg

Pengembang WordPress

Sumber 1 di sini, sumber 2 di sana

Waah, umur segitu saja dia sudah membuat karya yang sampai sekarang cukup dominan di dunia web. Jadi ingat inovator-inovator teknologi muda lainnya seperti Mark Zuckerberg, Linus Torvalds, Bill Gates, Steven Jobs, dan masih banyak lagi yang berpengaruh dalam perkembangan teknologi komputer.

Saat itu mereka masih muda, kuliah pun rata-rata “tidak” berhasil, tapi dedikasi mereka terhadap kemajuan teknologi mampu mendorong mereka untuk berkarya menciptakan teknologi baru. Lalu bagaimana dengan kita? Hmm, saat remaja saya sendiri malah sibuk bersenang-senang ketimbang melakukan sesuatu yang produktif. Saat kuliah juga nyaris tak menghasilkan apa-apa. Miris ya,,

Apapun itu, kita masih punya banyak kesempatan untuk berkarya kawan. Berkarya tak harus dari bidang yang sedang kita tekuni, selama kita punya niat, usaha, dan dedikasi, pasti ada jalan kok. 😀

Semoga ini bisa menjadi salah satu motivasi kita untuk berkarya :)

7 Responses to “Pemuda itu yang menjadi penemu WordPress”

  1. mari produktifkan usia kita..

  2. Dyah Oktavia says:

    Jejak-jejaknya perlu ditiru itu mas
    Mas didik tertarik buat drop out juga nggak ? 😉

  3. Dyah Oktavia says:

    Biar kayak Matt Mullenweg mas 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *