Rahasia jodoh, ajal, dan rejeki

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Beberapa waktu yang lalu saat saya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah, tiba-tiba terlintas sebuah pertanyaan dalam benak saya mengenai takdir. Allah SWT tentu sudah menentukan jodoh, ajal, dan rejeki manusia saat awal penciptaannya. Sesuai dengan karakteristik Allah SWT yang Maha Adil dan Maha Bijaksana tentunya pembagian jodoh, ajal, dan rejeki manusia sudah pasti adil dong. Pertanyaannya, apa gerangan yang membuat Allah merahasiakan datangnya 3 hal itu pada manusia?

REJEKI

Kita mulai dari rejeki dulu ya. Menurut saya rejeki tidaklah sepenuhnya dirahasiakan. sejak manusia lahir rejeki sudah mulai bisa dirasakan, hanya saja kadang manusia tidak menyadari hal itu. Apakah itu? Nafas yang kita hembuskan, mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, akal untuk berpikir, tubuh sempurna, walaupun tidak semua manusia bisa merasakannya, tapi selama kita masih bisa merasakan kehidupan dunia, itu adalah rejeki yang sangat besar. Begitu luasnya rejeki yang dilimpahkan pada manusia hingga manusia harus bisa mencarinya semaksimal mungkin.

Adalah sunnatullah barangsiapa yang berusaha keras, dia yang akan mendapatkan hasil. Allah tidak memberi tahu kapan kita akan mendapat salah satu dari rejeki-Nya. Allah tidak memberi tahu kapan dan bagaimana kita mendapatkan uang, Allah tidak memberi tahu kapan dan bagaimana kita mendapatkan ilmu. Tapi yang jelas Insya Allah Allah menuntun hambanya untuk memperolehnya selama niat dan usaha kita benar. Untuk itu manusia sejatinya harus berlomba untuk mengais rejeki itu, berlomba untuk mendapatkan yang terbaik. Apakah kita tergolong pekerja keras atau pemalas. Logikanya, bagaimana kita bisa mendapat uang kalo cuma duduk diam tanpa ada usha untuk bekerja? Bagaimana kita bisa dapat ilmu kalau kita cuma diam tanpa ada usaha untuk belajar? Bagaimana kita mengharap sehat kalau kita cuma diam tanpa sedikitpun ada usaha untuk menjaga kesehatan? Jadi di sini yang ditekankan adalah proses, bukan hasil.

JODOH

Beralih ke jodoh ya. Ini nih rahasia yang paling banyak membuat orang penasaran. Bagaimana tidak? Kita pasti bertanya-tanya siapa pendamping hidup kita kelak, seperti apa orangnya? Bagaimana sifatnya? Bisakah mereka membahagiakan kita? Dan macam-macam lagi. Yang jelas Allah merahasiakan jodoh agar kita mau berusaha untuk menguak rahasia itu sendiri. Jika ingin mendapat jodoh yang baik maka kita akan berusaha untuk memperbaiki diri terlebih dahulu karena laki-laki baik dapat perempuan baik begitu juga sebaliknya.

Mencari jodoh itu tidak semudah yang kita bayangkan. Adakalanya kita sakit hati karena putus cinta, dan berbagai macam masalah cinta lainnya. Di balik pencarian jodoh yang berliku, Allah memberikan kompensasi dengan petunjuk-petunjuk selama kita mau berdoa dan berusaha hingga begitu datang waktunya jodoh itu akan dapat kita temukan. Coba bayangkan kalo kita tahu siapa dan bagaimana jodoh kita. Pastinya kita hanya diam-diam saja tak melakukan apa-apa karena kita sudah tahu semua tentang jodoh kita. Itupun kalo langsung merasa cocok, kalo tanggapan awalnya sudah bilang gak cocok apa lantas mau menyalahkan Tuhan gara-gara dijodohkan dengan orang yang salah? Ini namanya asas praduga tak bersalah.

Sekali lagi yang ditekankan adalah proses, bukan hasil. Kita bisa saja duduk manis dengan satu keyakinan bahwa jodoh pasti akan datang sendiri atas nama takdir. Tapi apa itu lebih baik dibandingkan dengan mereka yang menggunakan prinsip 3B (Berusaha, Berdoa, dan Bertawakkal)? Dari esensi kehidupan saja sudah terasa bedanya. Dengan berusaha, melewati segala rintangan yang mungkin ada dalam pencarian jodoh atau bahasa gaulnya cinta sejati, kita ditempa menjadi pribadi yang dewasa dan lebih siap untuk menghadapi kehidupan yang lebih baru dibandingkan mereka yang hanya diam tak melakukan apa-apa walaupun mereka sudah tahu siapa jodoh mereka kelak.

AJAL/KEMATIAN

Beralih ke ajal atau mati. Ini adalah salah satu rahasia tingkat tinggi Allah yang paling banyak dipikirkan manusia tapi banyak juga yang melupakannya, termasuk saya. Tidak ada orang yang tahu kapan dirinya mati. Saat waktu itu datang, tidak ada yang bisa mencegahnya dan manusiapun tak bisa berbuat apa-apa lagi. Jadi mengapa ajal itu dirahasiakan? Secara logika, coba bayangkan seandainya kita tahu kapan kita mati. Lalu kebanyakan dari kita pasti akan berbuat semaunya sendiri dengan alasan “Ah,ajalku masih lama. Masih ada waktu untuk tobat.” Lalu saat ajal akan datang cepat-cepat kita bertobat, “Besok ajalku tiba, mulai hari ini aku akan bertobat.”

Segitu sederhanakah permainan hidup kalo kita tahu kapan ajal datang? Memangnya Allah terima dengan perlakuan seperti itu? Wallahu a’lam. Dibalik misteri rahasia ajal, saya berpikir bahwa dengan rahasia ini manusia bisa berlomba-lomba untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah karena pada dasarnya kita takut ajal tiba-tiba datang tapi kita tidak siap. Bisa saja kita mati saat lalai mengingat Allah, atau bahkan saat berbuat kejelekan. Na’udzubillah, semoga kita terhindar dari hal itu. Untuk itu jalani proses kehidupan dengan baik insya Allah akan mendapatkan ending yang baik juga

Hanya Allah SWT yang tahu pasti alasan dibalik rahasia-rahasia-Nya. Tapi sedikit hikmah yang bisa kita ambil dari 3 hal ini adalah manusia hidup di dunia ini untuk berlomba-lomba untuk menjadi insan terbaik di sisi Allah SWT melalui setiap usaha dan doanya, bukannya berdiam diri pasrah menunggu takdir datang dengan sendirinya. Untuk itu Allah mengutus Rasul untuk menyempurnakan akhlak manusia dan menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup agar manusia tidak tersesat dalam melakukan setiap usaha dalam mencari kehidupannya yang lebih baik sekaligus menjaga agar manusia terhindar dari akhir kehidupan yang jelek.