Pemanfaatan Teknologi dalam Islam

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Sehubungan kampus saya di UIN Maliki Malang mendorong saya untuk melakukan integrasi antara Islam dengan keilmuan yang saya dapatkan. Saya ambillah tema teknologi karena prodi yang saya ambil juga erat hubungannya dengan teknologi.

Menurut Wikipedia, teknologi diartikan sebagai berikut:

Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan atau dapat pula diterjemahkan sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yg diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Dalam memasuki Era Industrialisasi, pencapaiannya sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi karena teknologi adalah mesin penggerak pertumbuhan melalui industri. Sebagian beranggapan teknologi adalah barang atau sesuatu yang baru. namun, teknologi itu telah berumur sangat panjang dan merupakan suatu gejala kontemporer. Setiap zaman memiliki teknologinya sendiri.

KEMAJUAN TEKNOLOGI

Dalam bentuk yang paling sederhana, kemajuan teknologi dihasilkan dari pengembangan cara-cara lama atau penemuan metode baru dalam menyelesaikan tugas-tugas tertentu.

Ada 3 klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi:

  1. Neutral Technological Progress
  2. Labor-saving Technological Progress
  3. Capital-saving Technological Progress

TEKNOLOGI DALAM ISLAM

Saya mencari korelasi antara teknologi dengan Islam, dan akhirnya saya menemukan sebuah ayat Al-Qur’an dari sebuah Surat Al-Anbiyaa ayat ke-80:

وَعَلَّمْنَاهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِنْ بَأْسِكُمْ فَهَلْ أَنْتُمْ شَاكِرُونَ

Artinya: Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).

Menurut tafsir yang ada pada kitab Al-Qurthubi, ayat ini merupakan pokok landasan tentang upaya pembuatan alat-alat dan sebab-sebab. Allah Ta’ala telah mengabarkan tentang Nabi Daud AS, bahwa ia membuat baju besi, teropong, dan makan dari hasil kerjanya sendiri. Sementara Adam adalah seorang petani, Nuh seorang tukang kayu, Luqman seorang penjahit, dan Thalut adalah penyamak kulit

Jadi, berdasarkan tafsir di atas Islam menganjurkan untuk menciptakan atau menggunakan alat yang dapat memudahkan pekerjaan kita. Itulah teknologi, dan ternyata ide pemanfaatan teknologi ini ada di dalam Al-Qur’an. Teknologi itu memang memiliki dua sisi. Dia bisa bermanfaat jika digunakan dengan tujuan yang baik, atau bisa menjadi musuh jika digunakan untuk tujuan yang tidak baik.

Inilah saatnya kita kaum muslim untuk mulai memanfaatkan teknologi di jalan yang baik agar bisa bermanfaat untuk umat dan agama. Kalo bisa bukan hanya memanfaatkan saja, saatnya berkreasi untuk menciptakan teknologi baru. Dan kita tunjukkan bahwa kaum Muslim juga jago bikin teknologi-teknologi yang handal dan inovatif.

:thumbup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *