Kisah Penumpang Bus dengan Uang Kembaliannya

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Baru saja saya mengikuti ceramah singkat yang rutin dilaksanakan seusai sholat dhuhur di masjid Tarbiyah UIN Maliki Malang. Kali ini ada kisah yang sangat menarik sehingga membuat saya tidak sabar untuk menuangkannya ke website Tekno Muslim ini.

Kisah ini temanya tentang rahmat Islam dan kejujuran seorang muslim. Sesuai kisah yang disampaikan, ini terjadi di Sydney, Australia. Berikut ceritanya:

Suatu hari terdapat seorang muslim yang akan bepergian ke suatu daerah di Sydney. Sebut saja namanya FULAN. Karena jaraknya hanya beberapa blok saja, dia memutuskan untuk naik bis kota. Beberapa saat kemudian, dia tiba di tempat tujuannya dan membayar ongkos bis. Begitu menerima kembalian, Fulan turun dari bis dan alangkah terkejutnya dia setelah ia mendapati kembaliannya kelebihan beberapa sen dari jumlah yang seharusnya dia terima. Merasa beberapa sen itu bukan hak miliknya, dia segera mengejar bis itu tapi bis telah di luar jangkauan kejarannya.

Lalu apa yang dia lakukan? Melanjutkan pengejaran atau berhenti karena putus asa?

Mengingat dia tak akan sanggup untuk berlari mengejar bis, dia menggunakan taksi untuk mengejarnya. Setelah itu, bis terkejar dan Fulan segera menghentikannya. Lalu supir bis yang heran menanyakan perbuatan Fulan ini.

supir: Kau gila? Mengapa kau menghentikan bis?  :mads

Fulan: Maaf, aku hanya ingin mengembalikan uang kembalianmu yang berlebih ini. (Sambil menyodorkan beberapa sen)  :)

supir: (Tertegun) Itu hanya beberapa sen saja!  :capedes

Fulan: Benar, dan ini bukan milikku. Beberapa sen ini adalah hakmu. :)

Supir: Lalu dengan apa kau mengejarku hanya untuk beberapa sen itu?  :confused:

Fulan: Aku naik taksi  :)

Supir: Berapa kau harus bayar Taksi untuk itu? :confused:

Fulan: Hanya beberapa dolar saja. :)

Supir: (Masih tak percaya) Kau menggunakan taksi dan rela kehilangan beberapa dolarmu untuk mengejarku hanya karena mengembalikan beberapa sen ini?! Mengapa kau lakukan semua ini?  :kagets:

Fulan: Agamaku menyuruhku begitu. Agamaku menyuruhku untuk menyerahkan hak orang lain kepada yang berhak.  :)

Supir: :matabelo

Karena peristiwa ini, supir bis itu tertarik untuk melanjutkan obrolan dan akhirnya supir itu memutuskan untuk masuk Islam menjadi muallaf. Berawal dari beberapa sen uang, berujung pada hidayah Allah SWT yang luar biasa.

:nerd

Oke, sudah bisa menangkap pesannya? Lihat betapa kejujuran dan perjuangan Fulan mampu menggugah seorang untuk bisa mendapatkan hidayah Allah SWT. Ini mengajak untuk kaum muslim lainnya untuk merenungi bahwa Islam itu Rahmatan lil ‘alamin. Pendekatan rahmat ini bisa menjadi cara yang bagus untuk menyebarkan Islam dengan cara yang indah, tanpa harus ada embel-embel kekerasan bukan?

:sungkem

Cerita ini saya ubah seperlunya tanpa ada maksud merubah maksud dari isi cerita. Semoga kisah singkat tentang penumpang bus dan uang kembaliannya ini menginspirasi semua khususnya kaum muslim itu sendiri. Mari kita semua menyebarkan rahmat dan kedamaian di muka bumi ini. :thumbup

Terima kasih.

Alhamdulillaah

 

15 Responses to “Kisah Penumpang Bus dengan Uang Kembaliannya”

  1. imeh huppie says:

    terharuuu…T.T malu kali mengedepankan kekerasan atas nama agama,memerangi maksiat katanya,tapi memerangi nafsu ga mampu…

    • Didik says:

      Terima kasih sudah mampir untuk kesekian kali mbak imeh :toast

      Maka dari itu, mari kita mengedepankan kebaikan biar hasilnya juga baik :thumbup

  2. ratri nk says:

    semoga masih banyak orang2 seperti si Fulan yang ada dlm cerita ini 😀 (hehe bisa g ya seperti dia?? #bertanya_pada_dirisendiri)

  3. NF says:

    Subhanallah, kl saya jadi dia mungkin saya tidak akan kejar bus itu mungkin saya hanya menyerahkan beberapa sen itu kepada pengemis *walaupun salah juga 😀

  4. Didik says:

    makasih sudah mampir Nufadilah,
    Ya kalo saya juga mungkin sama dengan anda. Cuma kalo dipikir2, beberapa sen itu tetap haknya bis kan. Sebuah nilai yang kecil untuk hikmah yang luar biasa :)

  5. Totok says:

    thanks alot

  6. Didik says:

    sama-sama, terima kasih sudah mampir ke sini :)

  7. […] kok ada artikel bagus yang menurut saya cukup menginspirasi. Dulu saya pernah menuliskan kisah penumpang bus dan uang kembaliannya yang menginspirasi kita tentang kejujuran. Ada kisah tentang mukjizat niat sodaqoh, sampai hikmah […]

  8. Dyah Oktavia says:

    Wah tulisannya ekspresif sekali 😀

  9. MMR says:

    Semoga semua muslim bisa menirunya :)

  10. Nina Candra says:

    jujur itu susah.. jujur sama diri sendiri malah lebih susah.. hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *