5 Kebiasaan Buruk yang Dianggap Biasa

Bismillaahirrohmaanirrohiim

sumber: http://yottabaca.blogspot.com

Kebiasaan manusia itu ada yang baik ada pula yang buruk. Kebiasaan berawal dari sebuah sikap atau tindakan yang dilakukan secara berulang hingga menjadi sesuatu yang selalu kita lakukan baik itu sadar atau tidak sadar. Nah, sebuah kebiasaan baik tentu tidak masalah apabila dilakukan karena selain bermanfaat kepada diri sendiri, juga bisa jadi bermanfaat kepada orang lain. Tapi bagaimana kalau kebiasaan buruk? Namanya juga buruk harusnya tidak mnjadi suatu hal yang tidak perlu dilakukan. Apalagi kalau kebiasaan buruk itu justru kita anggap biasa, wah tentu jangan sampai dong.

Membuang sampah sembarangan

Sepakat ya kalau membuang sampah sembarangan itu adalah tindakan buruk? Kita sejak kecil di sekolah diajarkan bagaimana menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Tapi seringkali kita membuang sampah sembarangan walaupun itu sampah kecil seperti bungkus permen sekalipun. Mungkin bungkus permen itu kecil sehingga kita menganggap remeh sampah itu tidak akan menumpuk. Akhirnya dari sampah permen beranjak ke plastik makanan, botol minum, lalu semakin besar karena menganggap remeh tadi. Tapi sampah ya tempat sampah, dia bisa mengotori lingkungan. Yuk kita belajar lagi membuang sampah pada tempatnya walau itu sampah terkecil sekalipun. Kalau belum menemukan tempat sampah, ya simpan dulu di kantong nanti kalau ada tempat sampah baru dibuang.

Begadang dan Bangun Siang

Dua hal ini biasanya satu paket. Begadang tidak jelas efeknya adalah bangun kesiangan. Ini adalah salah satu penyakit umum pada mahasiswa. Begadang bisa jadi karena mengerjakan tugas atau pekerjaan. Begadang harusnya bisa dihindari dengan tidur terlebih dahulu lalu bangun pada dini hari untuk melanjutkan tugas sekaligus sholat malam, itu lebih bagus. Bangun siang juga bisa membuat tubuh lelah. Untuk itu coba untuk bangun pagi, keluar rumah, lalu hirup udara pagi yang segar sambil meregangkan badan agar tidak terasa kaku. Tapi karena sudah terlalu sering dilakukan akhirnya berkembang menjadi kebiasaan dan berlanjut pada hal yang biasa.

Bicara kasar dan kotor

Ungkapan-ungkapan kotor seringkali keluar sebagai umpatan dan sumpah serapah. Biasanya juga hasil luapan kekesalan. Baik diungkapkan secara keras atau lirih tentu itu tidak menyenangkan jika didengar orang lain. Karena pengaruh lingkungan yang kurang baik, akhirnya ungkapan kotor dan kasar berkembang menjadi hiasan pembicaraan sehari-hari dan cenderung juga dibapakai sebagai bahan candaan. Ini kebiasaan buruk karena kata kasar atau kotor itu tidak etis diucapkan. Tidak semua orang senang mendengar ungkapan-ungkapan tersebut. Jadi alangkah baiknya kita menjaga omongan kita dengan hal-hal baik, dan mengurangi penggunaan kata-kata yang buruk.

Terlambat atau molor

x: ”Eh, lama amat sih si A gak datang-datang?”

y: “Biasalah, jam orang Indonesia kan jam karet.”

Ilustrasi di atas paling tidak pernah kita dapati saat ingin bertemu dengan seseorang. Bawaannya selalu ada yang terlambat. Parahnya kita yang mau datang ke tempat bertemu pun biasanya nyeletuk, “ah, pasti acaranya molor”. Segitunya ya sampai membentuk sebuah mind set bahwa terlambat itu adalah bukan hal yang buruk. Kalau tidak ada halangan ya usahakan tepat waktu lah, buang jauh-jauh pikiran “jam karet”. Kalau kita disiplin, Insya Allah yang lain juga pada ngikut disiplin.

Menunda Pekerjaan

Menunda pekerjaan itu memang enak di awal karena kita bisa santai-santai, tapi bisa keteteran di akhir tenggat waktu karena belum selesai dikerjakan dan waktunya sudah mepet sekali. Ini kalau dibiasakan terus menerus bisa menjadi kebiasaan buruk yang kalau tidak hati-hati bisa sangat dientengkan karena membentuk sugesti seperti ini, “Ah, kan masih ada waktu. Dikerjakan nanti saja.” Ayo, sebelum kebiasaan buruk ini menjadi akut, kita harus bisa mendisiplinkan diri mengerjakan sesuatu sesegera mungkin.

Itu tadi 5 kebiasaan buruk yang dianggap biasa namun dalam jangka panjang tentu tidak baik jika dilakukan secara terus menerus. Tentu masih banyak kebiasaan buruk lain yang ada, namun saya cukupkan 5 dulu karena keterbatasan waktu. Sebagai introspeksi diri dan kita semua, semoga tulisan ini membawa manfaat :)

7 thoughts on “5 Kebiasaan Buruk yang Dianggap Biasa

  1. Dyah Oktavia

    Makjleb banget mas. Itu sedang saya minimalisir, pengen ngilangin sekaligus juga sih. Aamiin moga bisa :grin:
    Untuk masalah sampah, sekarang permasalahannya jadi nambah, orang-orang meremehkan penggunaan bahan-bahan dari plastik dan styrofoam, padahal buat lingkungan itu nggak baik loo. Aku belum bisa ngurangin penggunaan plastik :grin: , kalo styrofoam bisa
    Untuk poin terakhir, pertanyaan saya, apa skripsi mas udah selese digarap ? :grin:

    Reply
    1. DidikDidik Post author

      mak jleb :D

      sedang dalam proses penggarapan kalo itu. Agak kompleks soalnya jadi bikin lama juga. Makanya buang sampah pada tempatnya apalagi plastik yang sulit terurai :)

      Reply
  2. Pingback: lifestyle, kebiasaan buruk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco