Yuk, Jangan Lagi Mempermainkan Nama Allah

 Bismillaahirrohmaanirrohiim

Mungkin kita pernah menemui atau bahkan melakukannya sendiri hal-hal seperti ini:

“Yaa Awwoooh . . .”

“Astojiiim . . .”

dan mungkin ada beberapa lagi yang belum saya ketahui. Terlintaskah dalam pikiran kita kalau hal itu adalah hal yang tidak diperbolehkan? Pernahkah kita merasa kalau ungkapan-ungkapan tersebut bisa tergolong mengolok-olok dalam agama khususnya Nama Allah?

“Lho saya niatnya ‘nyebut’ kok, sebelah mana yang mengolok-olok?”

“Gak ada maksud kok, bercanda saja!”

Nyebut nama Allah itu ya yang bener lah. “Yaa Allah” itu bukan jadi “Yaa Awwooh“, “Astaghfirullahhal’adzim” itu bukan “astojim” atau sebangsanya. Memangnya jika kita mengganti tulisan atau pelafalan-Nya membuat kita jadi lebih baik? imut? lucu begitu? Bagimu ini mungkin hal sepele tapi mana ETIKA mu sebagai makhluk ciptaan Allah dengan menyebut Nama-Nya sebagai hal-hal yang tidak baik?

Hasil tren? budaya? Ayolah Saudaraku, kita sudah bisa menentukan mana yang baik dan mana yang benar. Maka budaya itu janganlah diserap semua. Serap budaya jangan hanya cuma menggunakan AKAL, tapi juga menggunakan HATI. Kita ini sudah pada zaman di mana kadang hal yang baik atau benar sudah samar atau abu-abu. Kalau kita tidak berpegang pada Agama, kita mau jadi apa?

Allah sudah memperingatkan kita dalam Al-Qur’an surat Al-hujuraat ayat 11:

 

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri [1410] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman [1411] dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

[1410] “Jangan mencela dirimu sendiri” maksudnya ialah mencela antara sesama mu’min karana orang-orang mu’min seperti satu tubuh.

[1411] Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: hai fasik, hai kafir dan sebagainya.

Pada surat At-Taubah ayat 65:

Artinya:

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (QS. 9 : 65).

Pada surat Luqman ayat ke 6:

Artinya:

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. 31 : 6)

Masih berani menyebut Allah dengan hal-hal yang tidak baik seperti itu? Kita tentu sebagai muslim harusnya bisa menyebut Asma Allah dengan sebaik-baiknya. Kita gak butuh “gaul” hanya untuk menyebut Allah kok, melainkan butuh ikhlas :)

Saudaraku, kamu, atau bahkan saya sendiri mungkin tidak menyadari hal ini. Tapi yuk, tinggalkan kebiasaan buruk ini. Allah saja melarang kita mengolok-olok atau memberikan sebutan jelek kepada orang lain, apalagi kepada Maha Agung Sang Maha Pencipta, Allah. Kita tentu tidak mau terhina dihadapan-Nya hanya karena kita tanpa sadar menghina Nama-Nya bukan?

Saudaraku, yuk kita jaga omongan kita terutama sesuatu yang berkaitan dengan Agama. Introspeksi diri kita masing-masing, sudah benarkah kita di hadapan Allah? Tak takutkah kita karena kita jarang memuji Allah dengan dzikir, tapi justru lebih sering menyebut Allah dengan sebutan yang sangat tidak pantas? Jangan lagi diulangi di manapun kita berada. Apakah itu di jejaring sosial, messenger, sms, blog, atau di media apapun yang ada di sekitar kita. Manusia mungkin tidak tahu, tapi Allah lebih tahu karena Dia adalah Dzat Yang Maha Tahu.

Jangan tersinggung saudaraku, ini pun tak lebih juga nasihat saya kepadamu dan untuk saya juga. Bisa jadi tulisan ini menyakitkanmu, tapi semoga dengan itu adalah salah satu Hidayah Allah yang bisa membawa kita semua untuk menjadi lebih baik lagi. Mungkin tulisan ini menyakitkanmu, tapi masihkah kita memilih merasakan murka Allah karena kita mengolok-olok nama-Nya, mengolok-olok agama-Nya?

Astaghfirullaah, kita ini sudah penuh dosa, Saudaraku. Jangan kita tambah lagi dengan perihal ini. Semoga Ampunan dan Rahmat Allah selalu senantiasa terlimpah kepada kita, dan saudara-sadara kita di sana. Aamiin :)

Kalau ada yang salah jangan sungkan untuk mengoreksi ya. Semoga bermanfaat.

Referensi:

1. http://admanda.blogspot.com/2011/02/perbedaan-antara-suka-sayang-dan-cinta.html > (URL emang gak nyambung sama isinya. Tak apalah hehe.)

2. http://www.alquran-indonesia.com/web/

8 Responses to “Yuk, Jangan Lagi Mempermainkan Nama Allah”

  1. Dyah Oktavia says:

    Eh iyaa…itu sumbernya kok nggak nyambung gitu ? 😀

  2. Dyah Oktavia says:

    Masih banyak yang mempermainkan kalimat2 pujian seperti itu mas.
    Jadi gimana gitu dengernya 😕

  3. Mustofa says:

    iyah bener banget. kita tidak seharusnya melakukan seperti itu.

  4. inayah says:

    klo bercanda bilang mw cium allah.swt gmn tuhh hukum’a?. mohon penjelasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *