Haruskah Berlari Mengejar Dunia?

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Haruskah mengejar dunia? Apakah dunia memang layak untuk dikejar? Mengapa dunia harus dikejar ketika dunia hanyalah sesuatu ciptaan-Nya yang tidaklah kekal? Lalu untuk apa dunia ini dikejar?

Rentetan pertanyaan di atas sedikit mengganggu waktu tidur saya sehingga memperparah keadaan yang sudah mulai insomnia ini. Subhanallah sungguh saya sangat yakin bahwa apa yang diciptakan Allah tidak akan sia-sia termasuk dunia. Dunia memang bersifat sementara, diciptakan sebagai ladang amal manusia sebelum menempuh kehidupan abadi di akhirat kelak. Salah satunya disebutkan dalam firman Allah dalam surat Al-Qashash ayat ke-60:

 

 

 

Artinya: Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?

Ya, akhirat adalah tujuan utama kita lalu masihkah kita kejar dunia jika dunia hanya sebagai sesuatu yang seringkali melalaikan? Manusia itu tempatnya salah dan Allah Maha Benar, lalu lihat betapa kita bisa menghancurkan diri sendiri hanya karena mengejar dunia jika Allah bukan tujuannya. Menghalalkan segala cara agar bisa bergelimang harta, dapat kekuasaan, wanita, popularitas dan segala perhiasan dunia lainnya. Memanfaatkannya sebagai pemuas nafsu belaka.

Kejarlah Dunia, asal . . .

Kejar dunia sebanyak-banyaknya, cari kekayaan sebanyak-banyaknya lalu pergunakan di jalan Allah. Karena semakin banyak rejeki yang Allah berikan kepada kita maka kesempatan untuk berbagi juga menjadi lebih besar. Maka saya pun berpikir ketika Allah telah melebihkan sebagian dari dunia untuk kita, maka di sana tentu ada hak untuk orang lain yang harus disampaikan. Entah itu ilmu, makanan, uang, dan lainnya.

Jadi untuk apa dunia hanya untuk kita sendiri kalau itu hanya jadi beban yang menyeret kita pada neraka kelak? Kejar dunia untuk kemaslahatan umat, insya Allah lebih mulia di sisi-Nya :)

Hati-hati Jangan Lalai

Namanya juga manusia ya, emang tempatnya salah. Kadang kita juga bisa lalai dengan dunia yang dititipkan Allah sama kita. Kadang lupa bahwa titipan itu tidaklah mutlak milik kita dan sifatnya pun tidak kekal. Nafsu duniawi ditambah bisikan setan yang kadang nampak indah itu tak jarang membuat kita terjerumus pada kelalaian akan dunia. Kejar dunia dengan segala cara tanpa mau tahu apakah cara itu halal atau haram, baik atau malah mencelakakan orang lain.

Berkahnya dunia itu didapat dengan cara yang baik menurut Allah. Sedikit tapi penuh berkah tentu jauh lebih baik daripada melimpah tapi tidak ada berkahnya. Seorang pedagang jujur yang mendapat penghasilan lima ribu rupiah sehari dari hasil berdagangnya tentu lebih baik daripada hasil korupsi milyaran rupiah bukan?

Maka saatnya kita mulai introspeksi dan mengukur sampai sejauh mana kita mengejar dunia itu. Kalau masih hanya untuk pemuas nafsu belaka ya segera dirubah ke arah yang lebih baik. Caranya? Misal kita menyisihkan sebagian rejeki untuk tabungan, maka tambahkan porsinya untuk sedekah. Perlahan tapi pasti coba tingkatkan porsinya seiring dengan itu insya Allah keikhlasan juga nambah :)

Jangan cintai dengan berlebihan

Setelah kita punya tekad untuk mengejar dunia sebagai bentuk ibadah, lalu mengedepankan kehati-hatian terhadap silaunya dunia, tambahkan dengan sikap untuk tidak mencintai dengan berlebihan kepada dunia. Kenapa begitu? Jika suatu saat dunia diambil oleh Allah, maka kita tidak akan kecewa. Kalaupun kecewa tidak akan berlangsung lama karena kita lebih memilih ridho kepada ketetapan Allah.

Lalu bagaimana menyikapi dunia yang sudah dititipkan pada kita? Syukur adalah wujud terbaik. Ketika dapat rejeki bersyukur maka Allah akan melipat gandakan nikmatnya, dan saat rejeki sedang sulit kita akan tetap bersyukur karena berpikir Allah memberi rejeki di waktu yang tepat. Dan jika dunia diambil, kita harusnya bersyukur karena Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik. Subhanallah ya :)

Jadi,  haruskah berlari mengejar dunia? Semoga kita tergolong orang-orang yang memanfaatkan dunia di jalan Allah. aamiin

Wallahu a’lam dan semoga bermanfaat :)

6 Responses to “Haruskah Berlari Mengejar Dunia?”

  1. Dyah Oktavia says:

    Saya lupa siapa yang bilang kalimat seperti ini,”Kita harus meneladani seorang juru parkir. Mobilnya banyak tapi dia tak pernah sombong. Jika ada mobil atau motor yang pergi, dia ikhlas.”
    Huhu :mrgreen:
    Semoga orang yang ikhlas menggunakan hartanya di jalan Allah SWT mendapat ampunan dariNYA :)

  2. Dyah Oktavia says:

    Saya lupa siapa yang bilang kalimat seperti ini,”Kita harus meneladani seorang juru parkir. Mobilnya banyak tapi dia tak pernah sombong. Jika ada mobil atau motor yang pergi, dia ikhlas.”
    Huhu :mrgreen:
    Semoga orang yang ikhlas menggunakan hartanya di jalan Allah SWT mendapat ampunan dariNYA :)
    Itulah gunanya punya teman / sahabat orang mukmin, mengingatkan ketika lupa atau salah :)

  3. […] jalan Islam-Nya. Pelan-pelan kecintaan duniawi terkikis dengan indahnya cinta Allah dalam Islam. Haruskah mengejar dunia? Ya harus, kejar dunia tapi di jalan Allah insya Allah gak akan […]

  4. radjapromosi says:

    sangat bermanfaat .. jadi lebih memahami harus seperti apa dalam urusan duniawi

    izin share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *