Perjalanan Menjelajahi Timeline Facebook

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Semalam saya iseng menjelajah Timeline Facebook karena ingin mencari wall post salah satu teman saya yang seingat saya unik di sekitar tahun 2011 lalu. Bukannya wall post yang dimaksud yang saya temukan, saya justru tertawa sendiri membaca status-status saya atau wall post teman-teman yang mampir ke Facebook saya. Okelah, tidak sepenuhnya tertawa karena kadang harus merasa “tepok jidat” atau prihatin dengan isi timeline saya dulu.

history

~ Jejak Kedewasaan

Aktivitas di Facebook seperti update status, upload foto, atau berkomentar bisa jadi jejak kedewasaan kita. Mungkin dulu kita sering membuat status yang alay, kekanak-kanakan, dan semacamnya lalu pelan-pelan status itu bergeser pada hal yang lebih memiliki esensi baik seperti nasehat, motivasi, dan hal positif lainnya. Atau bisa jadi kita jarang melakukan update karena merasa semua tidak memberikan manfaat. Yup kita bisa melihat jejak kedewasaan kita saat mengalami proses itu semua. Ada yang sudah merasa bahwa status-status lamanya bikin *tepok jidat* 😀

~ Introspeksi

Setelah melihat jejak kedewasaan kita di Timeline Facebook, marilah kita mulai introspeksi untuk lebih bijak menggunakan Social Media yang satu ini. Betapa kita mungkin menyesali kenapa harus memasang status atau foto yang absurd dan bikin kita malu sendiri, tulah saatnya kita move on untuk tidak mengulanginya sob. Kalo kita sekarang gak suka dengan status galau, coba periksa lagi apa status yang kita buat masih mengandung sesuatu yang galau. Kalopun dulu timeline kita dibanjiri dengan status galau kita ya intinya jangan diperbanyak lagi. Introspeksi :)

~ Berbagi Cerita

Bagaimanapun juga Timeline yang penuh hal absurd, galau, kekanak-kanakan, alay, lebay, tetap bisa membuat kita tertawa saat menyadari bahwa itu semua muncul dari diri kita yang sudah merasa dewasa ini. Mungkin ada teman atau sahabat yang memiliki pengalaman menarik dengan isi Timeline Facebook, kita bisa saling berbagi tawa dan cerita tapi tentu ada hal-hal privasi orang yang harus tetep kita hormati.

Oke, saya cukupkan tulisan ini sampai di sini. Semoga tidak bingung dengan apa yang saya sampaikan dan semoga memberikan manfaat :)

2 Responses to “Perjalanan Menjelajahi Timeline Facebook”

  1. Nina Candra says:

    aku antara sedih, pengen ketawa, dan agak jijik liat timeline fb-ku jaman dulu -__-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *