Dia yang Merindukan Adzan

berdoa

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Sempat membaca status BBM sepupu yang beberapa bulan ini kerja di Bali,

“Gak pernah denger adzan”

Sepupu saya ini cewek yang karena sesuatu mengadu nasib bekerja di sebuah hotel di Bali. Seringkali dia cerita bagaimana rasanya menjadi sebuah golongan minoritas di sana. Yang katanya tidak boleh pake kerudung, dikatain sok suci karena tidak mau bersentuhan dengan anjing, sampai tidak pernah mendengar suara adzan.

Dia sudah mengajukan resign dan ingin kembali berbisnis ketika nanti pulang ke rumah. Saya mendukung sepenuhnya keputusan itu, karena dengan begitu dia bisa menjalani apa yang sudah menjadi passion-nya sekaligus tanpa harus tertekan dengan sesuatu yang dia yakini. Saya salut dengan keteguhannya untuk bisa menjalani perintah agama. Walau belum sempurna, dia mengaku sering menangis dengan kondisi seperti ini. Bahkan adzan sebagai seruan Allah yang seharusnya bisa mengingatkan kita untuk menghadap pada-Nya saja sudah lama tidak dia dengar. Dia rindu hal-hal seperti itu.

Memang agak aneh jika tiba-tiba tidak terdengar suara adzan. Saya jika sedang liburan di rumah, lalu adzan dhuhur dari masjid dekat rumah yang saya tunggu kadang tidak ada. Walau yakin sudah masuk waktu dhuhur, tapi setan selalu membuat hati was-was jika tidak terdengar adzan. Apalagi jika di tempat yang hampir sama sekali tidak terdengar adzan di setiap harinya.

Yaa sepertinya adzan merupakan hal yang bisa jadi sangat dirindukan, akankah saya bisa merindukannya? Kalian juga?

Semoga ya.

Semoga bermanfaat :)

2 Responses to “Dia yang Merindukan Adzan”

  1. indayani says:

    nice story

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *