Tadabbur Senja di Kota Jakarta

senja rooftop edisi beberapa bulan yang lalu

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Sore ini saya mengunjungi rooftop kantor untuk sekedar santai dan menikmati segelas kopi mocca sambil melihat senja di horizon Kota Jakarta. Melepas penat setelah seharian berkutat dengan pekerjaan. Sudah lama rasanya tidak menikmati senja di sini, bahkan saya lupa kapan terakhir kali nongkrong di sini. Walaupun tidak seindah senja dan moment sunset di alam terbuka, senja di sini menawarkan sensasi yang berbeda.

senja rooftop edisi beberapa bulan yang lalu

senja rooftop edisi beberapa bulan yang lalu

Matahari yang panas menyengat itu kemudian menjadi cahaya jingga yang meneduhkan, terlihat jauh di ujung barat sana dengan bentuk lingkaran yang sempurna. Seringkali refleksi cahaya pada langit begitu menakjubkan, membuat yang memandang pun sejenak lupa dengan hiruk pikuk kota Jakarta.  Perlahan-lahan matahari itu semakin turun, semakin rendah hingga akhirnya lingkarannya yang sempurna tertutup oleh gedung-gedung pencakar langit. Menarik, ketika saat itu gedung-gedung nampak seperti siluet yang bagus.

Sejenak saya berpikir sungguh alam ini memiliki pesona yang luar biasa. Mengingatkan Sang Maha Pencipta yang telah menciptakan Maha Karya berupa alam semesta, mengaturnya dengan keseimbangan yang baik, dan banyak lagi kekuasaan-Nya yang tidak bisa saya sebutkan.

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” Q.S Al-an’am: 59

Yaah daratan dan lautan ada dalam penguasaan-Nya. Kita manusia terasa sangat kecil sekali di alam semesta ini, apalagi di hadapan Sang Maha Pencipta? Tengok saja tubuh kita yang luar biasa ini, luar biasa karena ada banyak hal yang bahkan tak sanggup kita kendalikan sendiri.

Keindahan senja itu hanya sebentar bisa dinikmati, saya harus bergegas untuk menunaikan sholat maghrib, dan selagi masih punya keberanian untuk menyusuri lorong gelap gedung yang menuju ruangan kantor saya. Alhamdulillah masih bisa menikmati sebuah mahakarya dari Yang Maha Besar.

Wallahu a’lam bisshowab, semoga bisa memberikan manfaat :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *