Category Archives: Hikmah

Hikmah yang terjadi pada kehidupan penulis

Doa Bukanlah Alternatif Terakhir dari Suatu Usaha

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Siapa yang selama hidupnya belum pernah berdoa?

Siapa yang selama hidupnya jarang banget berdoa?

Siapa yang selama hidupnya menganggap doa bukanlah suatu yang penting?

berdoa. sumber: http://indonesian.iloveallaah.com

Wah, kalo ada yang seperti kriteria di atas berarti orang-orang itu belum tahu keutamaan dan faedah doa. Kalau boleh saya mengutip dari lembaran tausiyah yang saya dapat disebutkan bahwa tanpa doa, ibarat tentara tanpa senjata. Bisa dibayangkan dunia ini adalah medang perang yang banyak sekali  musuh berbahaya di dalamnya, lalu kita sebagai tentara yang bertugas untuk menaklukkannya tidak membekali diri dengan senjata alias tangan kosong! Suicide mission kah? hehehe.

Sehebat-hebat tentara itu, bisa dipastikan dia tidak akan menang di medan pertempuran. Sama dengan manusia, doa itu senjata paling ampuh lho. Sekuat-kuatnya tenaga, sehebat-hebatnya usaha yang kita lakukan kalo Allah tidak mau beri kita sukses gara-gara tidak berdoa ya bakal hilang suksesnya. Dan ini juga seringkali kita menganggap remeh doa. Doa itu seakan jadi alternatif terakhir kalo usaha kita sudah mentok. Sama seperti mau kalah perang dan di akhir-akhirnya minta senjata buat melanjutkan perang. Continue reading

Nikmatnya Belajar Islam

Bismillaahirrohmaanirrohiim

islam itu indah

ilustrasi: www.alakadarnya.net

Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk menuntut ilmu di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, sebuah institusi pendidikan yang di salah satu misinya adalah mencetak generasi yang ahli di bidangnya serta Ulul Albab. Yang sudah lama civitas akademika di sini ditekankan bahwa antara Islam dan ilmu pengetahuan itu tidak dapat dipisahkan dan selalu terintegrasi. Islam menjadi dasar pokok keilmuan sehingga menjadi benteng dari sekularisme.

Dan alhamdulillah lagi ketika saya masih diberi kesempatan untuk bisa belajar di Pesantren Mahasiswa Firdaus di masa-masa akhir perkuliahan ini. Mengobati kerinduan saya terhadap jiwa-jiwa Islam yang semakin lama semakin tak berasa di kehidupan ini. Mengobati kegelisahan saya ketika urusan-urusan dunia menghimpit kehidupan saya. Apalagi jika bukan karena Islam? :)

Islam Itu Indah

Islam itu pada dasarnya sudah indah, dan akan terasa indahnya jika kita mau mempelajarinya. Sama seperti secangkir teh yang katanya manis tapi kita tidak akan pernah merasakan manisnya jika tidak mencicipinya kan? Ini yang alhamdulillah bisa saya rasakan. Bisa dibilang masih menyentuh permukaannya tapi sudah terasa manisnya, dan semoga semakin ke dalam semakin bisa merasakan indahnya ilmu Allah. Continue reading

Rejeki Allah Tidak Pernah Salah Sasaran

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Barangkali kita sudah melakukan segala cara untuk memancing turunnya rejeki dari Allah. Ikhtiar sudah, berdoa sudah, sodaqoh rutin, tapi rasanya kita susah sekali merasa nikmatnya rejeki yang kita inginkan. Ingat janji Allah:

al qur'an surat al-mu'min ayat 60

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[1326] akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”. (QS: Al-Mu’min 40:60)

Bahwa Allah sendiri yang memerintahkan kita untuk meminta pada-Nya dan Allah akan memberikan apa yang kita, walaupun bentuk yang diberikan tidak selalu apa yang kita pinta. Sudah pasti bahwa Allah tidak pernah mengingkari janji apalagi mempermainkan hamba-Nya. Subhanallah.

ilustrasi sedekah

ilustrasi: syaamilquran.com

Lalu kemana ya rejeki yang dijanjikan-Nya? Apa salah sasaran? Saya punya cerita singkat tentang itu.

Dikisahkan seorang mahasiswa bernama Fulan yang sedang membiasakan diri untuk bersedekah guna membuktikan keyakinannya bahwa setiap harta yang disedekahkan tidak akan berkurang tapi Allah akan melipat gandakan harta tersebut. Continue reading

Rejeki Mudik yang Sebenarnya

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Jadi menurutmu rejeki mudik itu apa?

rejeki

THR?

Dapat jatah bagi-bagi uang dari saudara?

Dapat makanan dari kerabat?

Atau malah dijodohin sama keluarga?

Kalau ada salah satu dari jawaban di atas yang menjadi jawaban kalian maka jawabannya benar dan sah. Tapi ketika saya mencoba melihat dari perspektif yang berbeda saya menemukan sesuatu yang sering saya lupakan tentang rejeki mudik itu sendiri. Apakah itu? Subhanallah, rejekinya ya keluarga itu sendiri!

Bayangkan jika kita hanya sebatang kara tak ada kerabat seorang pun dan ketika berlebaran tak ada kesematan menjalin kasih sayang dengan keluarga lainnya. Sesuatu yang sukar dibandingkan dengan rasanya bertemu dengan keluarga terutama yang berpisah dalam masa yang lama. Ketika kita masih bisa mendapat senyum sapa, jabat tangan keluarga, maka saat itulah rejeki yang besar telah kita dapatkan.

“Memang apa hubungannya antara keluarga dengan rejeki?” Continue reading

Ketika Kegagalan Datang Menghampiri

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Gagal, ya sesuatu itu bernama kegagalan. Dia bagaikan pisau bermata dua yang di satu sisi bisa bermanfaat dan di sisi yang lain justru melemahkan manusia. Lalu bagaimana bisa kegagalan bisa memiliki dua sisi yang berbeda?

sumber gambar: bahpong.blogspot.com

Mereka yang Tidak Takut Gagal

Masih ingat Thomas A. Edison yang berhasil menemukan bola lampu? Atau tentu kita mengetahui Rasulullah Muhammad SAW yang berjuang untuk menegakkan Islam hingga sekarang menjadi umat terbesarnya. Coba bayangkan jika beliau-beliau ini menyerah hanya karena kegagalan mewarnai perjuangannya dalam menggapai sesuatu. Bayangkan jika Thomas A. Edison menyerah dalam penelitiannya lalu siapakah yang akan menemukan bola lampu? Bayangkan jika Rasulullah SAW menyerah, lalu Islam akan berjaya? Continue reading