Category Archives: Pemrograman

Tentang dunia pemrograman khususnya web programming dan java programming

Koneksi Database dengan GUI Menggunakan Java

Beberapa waktu lalu sahabat ane bertanya tentang sebuah koneksi database di pemrograman Java hanya saja beliau pengennya pake GUI biar lebih dinamis gitu. Akhirnya semalam ane nyoba bikin koneksi itu, programnya sederhana lha wong bikinnya gak sampe setengah jam juga :D

Database yang digunakan masih MySQL dan menggunakan JDBC Driver untuk menghubungkannya, sedangkan IDE yang dipake masih Netbeans 6.8 running under Linux :D . Langsung aja ya, bikin form sederhana kira-kira seperti ini:

Nah dari form tersebut kita bisa mengisikan alamat server, bisa berupa ip address atau hostname (ex: localhost), lalu username database dan passwordnya, tak lupa nama database yang udah kita punya. Misalkan kita berhasil login, atau dengan kata lain koneksi sukses nanti akan muncul sebuah pesan seperti berikut:

Kalo gagal:

Program koneksi sederhana ini menggunakan sedikit konsep PBO sehingga diharapkan  bisa lebih mudah dalam pengembangannya dan bisa dipakai sewaktu-waktu jika dibutuhkan tanpa banyak merubah source code yang ada. Tutorial dan source code lengkap dalam bentuk project Netbeans bisa kalian download di halaman ini.

Ane merasa masih banyak kesalahan dalam program itu, jadi silahkan buat para mastah-mastah untuk mengoreksi sekaligus mengembangkan program itu agar lebih bermanfaat ke depannya :)

Bravo IT Indonesia.

Download Tutorial + Source Code Koneksi Database dengan GUI Menggunakan Java

Optimalisasi Kode Program PHP

Hola, ketemu lagi dengan ane di sini. :D
Oke, kali ini ane mau sharing tentang bagaimana caranya optimalisasi kode program untuk php. Ane menyadari ini saat ane banyak ngerjain web ujian online dan juga proyek SI kepegawaian pesantren.

Kenapa optimalisasi kode itu perlu? Coba deh bayangin, misalkan kita udah bikin web lalu web kita diakses oleh banyak orang. Kita tahu bahwa PHP itu sifatnya server side yang artinya memerlukan sebuah web server agar bisa menerjemahkan kode php tersebut. Coba bayangkan, jika kita tidak melakukan optimalisasi kode bisa dibayangkan server berpotensi down karena kerjanya terlalu berat. Tidak masalah jika yang mengakses masih dalam tahap puluhan user atau ratusan user, tapi kalo udah ribuan atau jutaan user?

Lalu bagaimana optimasinya? Yuk, disimak :)

* Sebisa mungkin deklarasikan method dalam class sebagai statik
* Gunakan echo dibandingkan print untuk mengirimkan output ke browser.
* Gunakan

echo ‘a’;
echo ‘b’;
echo ‘c’;

Dibandingkan menggunakan

$string='a'.'b'.'c';
echo $string;

* Gunakan foreach dibanding menggunakan while untuk penelusuran.
* Unset variable yang telah selesai digunakan terutama variable yang membutuhkan memori besar seperti array.
* Hindari penggunakan magic seperti _get, _set, _autoload
* Penggunaan require_once membutuhkan resource cukup besar, jadi pergunakan seperlunya.
* Gunakan fullpath untuk include atau require karena bila menggunakan variable untuk path misalnya OS Path maka diperlukan waktu tambahan untuk parsing variable.
* Hindari penggunaan regex bila masih bisa menggunakan function string seperti srncasecmp, strpbrk, stripos, dan lain-lain.
* Untuk perbandingan variable, === akan lebih baik dibandingkan hanya ==.
* Tutup koneksi database bila sudah selesai digunakan.
* Hindari ouput error sebisa mungkin dalam aplikasi rilis sebaiknya hanya digunakan dalam debugging aplikasi;
* Jangan menggunakan fungsi dalam statement loop misalnya for ($x=0; $x < count($array); $x) karena akan memanggil fungsi untuk setiap loop.
* Gunakan kutip untuk mengakses array. row[’id’] is 7 lebih cepat dari $row[id].
* Hindari penggunaan variable global.
* Gunakan single kutip dibanding menggunakan double kutip karena penggunaan double kutip akan mengecek variable di dalam string. Misalnya echo ‘Isi A=’.$a; lebih cepat dibandingkan echo “Isi A=$a”;
* echo $a,$b,$c lebih cepat daripada echo $a.$b.$c
* Sebisa mungkin gunakan html dari pada php untuk ouput.
* Gunakan pengecekan variable sebelum mengecek tipe variable. Karena pengecekan tipe variable yang tidak ada akan memakan resource lebih banyak.
* ++$i lebih baik daripada $i++
* gunakan lowercase karena true lebih baik dari TRUE, false lebih baik dari FALSE dan null lebih baik dari NULL
* $var===null lebih baik daripada is_null($var)

Sumbernya dari sini :)
Happy coding ya,,maap kalo repost :)

Iseng-iseng bikin Web Ujian Online buat SD

Sebenernya bukan iseng sih, ini pas kebetulan aja ane dimintain tolong bikin web tentang ujian online buat tingkat SD. Nah berhubung ane sebenernya rada ribet sama tugas-tugas laennya, jadi ane serahin garapan ini sama temen ane jona. Ternyata dia juga ribet sama tugas dan akhirnya kita garap bareng-bareng. Jona yang bikin halaman administrator dan desain, ane kebagian yang halaman siswa dan guru.

nih ane kasih skrinsut halaman depannya (desainnya aneh :D ):

login page ujian online

Sekarang ane jelasin inti dari program ini:
1. Ini adalah program sederhana untuk ujian online dan kebetulan dikhususkan bagi tingkat SD (temen ane mintanya gitu). Continue reading

Eksport dan Import Database MySQL Menggunakan Command Line

Oke kawan, kali ini kita akan maen-maen dengan database MySQL. Yang dibahas adalah tentang Back Up dan Restore database, atau kita bisa nyebut juga dengan eksport dan import database. Sebenrnya fitur eksport dan import ini sudah ada dan penggunaannya mudah jika menggunakan aplikasi phpmyadmin. Dengan menggunakan phpmyadmin maka kita tinggal klik saja dan semudah itu kita bisa melakukan back up dan restore. Lalu gimana kalo kita hanya dihadapkan dengan mode konsol seperti server-server? Ambil saja ubuntu server sebagai contohnya, yang ada hanya kursor berkedip dan kita kebanyakan pada bingung kudu ngapain (termasuk ane :D ).

Langsung aja deh kita bahas yang untuk eksport atau back up database.

Standardnya aturan untuk melakukan back up adalah sebagai berikut:

mysqldump -u [username] -p[password] [nama_database] > nama_file_backup.sql

jadi implementasinya adalah sebagai berikut:

mysqldump -u root -prahasia database1 > /home/didik/database1.sql

yang dimaksud dengan /home/didik/database1.sql adalah PATH tempat penyimpanan file database1.sql tadi. Berarti file database1.sql disimpan di direktori /home/didik. PATH tersebut berlaku untuk sistem operasi LINUX, kalau pake Windows ya tinggal menyesuaikan. Path tersbut bisa menjadi C:UserdidikDocuments

Nah, lalu kalo mau import database perintah yang digunakan adalah sebagai berikut:

mysql -u [username] -p[password] [nama_database] < file_database.sql

Jadi bisa diimplementasikan sebagai berikut:

mysql -u root -prahasia database1 < database1.sql

seperti biasa file database1.sql tadi juga diperhatikan letak direktorinya. Kalo ada dalam satu direktori tidak perlu menuliskan path secara lengkap. Oia, perlu diperhatikan juga penggunaan tanda < atau > karena kalau salah dalam memakai tanda tersebut bisa terjadi hal yang tidak diinginkan. Ane pernah gara-gara harusnya pakai tanda < untuk import database malah pakai tanda > alhasil file back up ane isinya jadi gak kayak semula.

Sebenernya masih banyal perintah menyangkut dumping database MySQL ini, berbagai macam parameter disediakan guna digunakan sesuai dengan kebutuhan. Berhubung ane lagi rada gak enak badan jadi disambung lain kali aja :D .